Blog
gambar dari https://www.jaringanprima.co.id/id/transaksi-mobile-banking-gagal-ini-penyebab-dan-solusinya
Semaput Karena Teknologi IT Perbankan
KALANGKABUT
Tgl 31 kemarin saya instal lagi aplikasi mobile banking dari salah satu Bank Pemerintah di Perbankan negeri ini. Instal lagi karena memang dulu pernah di instal namun karena satu dua hal saya merasa tidak perlu memiliki mobile banking bank ini maka saya hapus. Pikiran berubah manakala sudah hampir satu bulan aplikasi mobile banking dari salah satu bank swasta terbesar di negeri ini tidak berfungsi tanpa tahu sebabnya apa tiba-tiba eror. Enggan ke kantor cabang bank bersangkutan yang jaraknya hanya sekitar 200 m dari kantor saya karena sibuk dengan urusan pekerjaan, akhirnya saya biarkan saja aplikasi dari bank swasta terbesar itu jadi bangkai aplikasi di hp saya. Saya putuskan untuk download kembali aplikasi dari salah satu bank plat merah jawabarat ini dengan maksud untuk memudahkan menggantikan aplikasi bank swasta tadi yang eror. Tanpa saya sadari ada perbedaan email yang saya input ketika mengaktifkan kembali m banking itu. Ternyata perbedaan itu tidak berdampak apapun awalnya, aplikasi lancar jaya, input pembayaran dan transfer di 6 jam awal lancar. Memasuki jam ke tujuh, aplikasi sudah tidak merespon apapun. Kalangkabut pikiran saya. Bagaimana tidak, maksud hati memindahkan dana untuk keperluan sehari hari ke bank B karena aplikasi bank A eror eh malah aplikasi bank B Ikut eror dan terjadi manakala sudah dibiasakan dimanja oleh teknologi IT perbankan. Bagaimana tidak kalangkabut ketika saya mencoba ambil uang Cash di ATM Ternyata 2kali terjadi kesalahan input pin dan anda sudah tahu endingnya dari session ini yaitu setelah m banking eror kini kartu atm pun keblokir dan saat semua itu terjadi saya sedang dalam kondisi cashless 😀.
PELAJARAN
Sebenarnya, salah seorang teman saya selalu mengingatkan untuk selalu menyimpan uang cash seperlunya di dompet, menjaga jika terjadi satu dua hal ketika transaksi gagal saat melakukan pembayaran maka ada cadangan uang cash. Saya sudah menjadi qris addicted, merasa dimudahkan dalam segala hal di semua jenis transaksi maka menjadi kebiasaan untuk selalu cashless dan entah kenapa sampai saat sebelum kejadian kemarin masih percaya saja dimanjakan oleh product perbankan yang menggunakan IT. Sebenarnya bukan product perbankan saja, di hampir semua aplikasi e commerce dan transportasi pun sering terjadi eror pada saat mau dipergunakan. Satu hal yang harus selalu dipertimbangkan bahwa product IT itu akan menggunakan prosedur keamanan yang tinggi sebagai antisipasi mencegah terjadinya pencurian melalui teknologi IT, jadi ketika saya mengalami kesulitan karena kelalaian saya sendiri maka dengan itu pula saya menyadari bahwa keamanan berlapis yang diterapkan salah satu bank pemerintah jawa barat itu amat sangat baik dan berfungsi ketat.
PELAYANAN
Satu hal yang saya alami ketika malam itu ke cabang bank terdekat dari kantor saya, pelayanan security menemani dan berusaha menjelaskan dengan sangat detail untuk mencoba mengulangi proses aktivasi aplikasi dan membimbing saya mulai dari hal yang awalnya saya remehkan sampai mengganti simcard utama yang dipakai untuk perbankan di posisi sim 1 serta memastikan ada kuota internet di sim utama, semua saya ikutin sarannya tanpa memandang rendah profesinya. Dalam pandangan hidup saya, semua profesi manusia hanyalah beda seragam saja, tapi manusianya sama saja harus diperlakukan dan dipandang tanpa membedakan dan merendahkan karena tidak ada jaminan di hadapan Tuhan, sayalah yang lebih baik, jadi tak akan pernah saya merendahkan manusia berdasarkan baju profesinya.
Dengan berusaha menahan kesal untuk tidak naik ke level merendahkan diri dengan meluapkan kekesalan akhirnya saya memilih berbincang sambil melepas lelah karena harus berjalan kaki menempuh 1.5 km perjalanan. Saya merasa menang meskipun dalam kondisi cashless dan gagal malam itu, kembali pulang dengan jalankaki di ibukota dalam kondisi cashless dengan tetap ikhlas dan menikmati kondisi yang ada. Merasa menang karena bisa tetap menikmati tidur dan pulang dengan suasana hati yang penuh damai.
Jakarta. 03.10.2026
Jangan Pernah Menggantungkan Hidupmu Pada Manusia
Jumat 07.08.2026
Nasihat untuk diri sendiri, perjalanan hidup yang sudah dilewati sudah cukup panjang jika dihitung dengan berapa banyak matahari terbenam, perjalanan tentang kehidupan yang tidak mudah dijalani. Suka duka itu biasa dalam menapaki hidup, ada selalu tangisan adapula gelaktawa, itu hal biasa yang lumrah seperti halnya malam dan siang. Jika sedih janganlah berkepanjangan jika bahagia janganlah lupa daratan sebab semuanya memberikan ketidakbaikan bagi sang diri sendiri.
Nasihat untuk diri sendiri, begitupun sudah membiasakan dengan suka dan duka , ada baiknya untuk mulai sekarang mengambil sikap karena usiamu sudah tidak muda lagi, kepala Lima , orang bilang usia yang sudah sangat matang untuk seorang pria dewasa penuh dengan tanggung jawab untuk anak dan keluarga. Usia yang sudah bukan saatnya lagi hidup di bawah ketiak orang lain sebab kamu adalah lelaki yang di usiamu memiliki tingkat harga diri yang begitu tinggi. Manusia bukanlah pemberi rejekimu. Tuhan Lah yang memberimu jalan rejeki. Jika Allah Swt adalah Maha Pemberi Rejekimu , masih kah kamu meragukan Nya? Dimana letak Iman Mu ? Itupun jika kamu merasa memiliki Iman.
Salam nr ☕
Cara Sikapi Teman Kerja Yang Toxic
Ini postingan base on chate Gemini.
Menghadapi rekan kerja yang suka menyepelekan (*underestimating*) dan membicarakan dari belakang (*gossiping*) memang melelahkan. Lingkungan kerja yang beracun seperti ini bisa menguras energi jika tidak disikapi dengan strategi yang tepat.
Berikut adalah langkah-langkah strategis dan elegan untuk menghadapinya tanpa harus menurunkan level profesionalisme kamu:
1. Kendalikan Reaksi & Jangan Terpancing
Rekan kerja yang suka meremehkan biasanya mencari reaksi emosional
* **Tetap tenang dan dingin:** Tunjukkan bahwa komentar atau obrolan mereka tidak memengaruhi kepercayaan diri maupun kualitas kerjamu.
* **Gunakan *Poker Face*:** Merespons dengan santai atau hanya mengangguk tanpa memberi panggung akan membuat mereka bosan sendiri.
2. Praktikkan Ketegasan yang Elegan (*Assertive*)
Jika mereka menyepelekanmu secara langsung di depan orang lain, kamu bisa merespons dengan tenang namun menohok:
* **Minta klarifikasi:** Tanyakan secara langsung dengan nada datar, *"Maksudnya gimana ya?"* atau *"Ada bagian dari pekerjaan saya yang kurang sesuai dengan standar?"*
* **Ubah percakapan ke fakta:** Geser fokus dari asumsi mereka ke data atau bukti nyata hasil kerjamu.
> **Tips:** Menanyakan *"Kenapa bilang gitu?"* secara tenang sering kali membuat orang yang suka meremehkan mendadak serba salah untuk menjelaskan alasannya.
3. Dokumentasikan Hasil Kerja (*Leave a Paper Trail*)
Untuk mengantisipasi obrolan miring atau klaim bahwa kerjamu tidak bagus:
* **Rutin *follow-up* via email/chat:** Pastikan semua instruksi, pembagian tugas, dan penyelesaian pekerjaan tercatat secara tertulis.
* **Simpan bukti pencapaian:** Jika mereka mencoba menjatuhkan performamu di depan atasan, kamu sudah punya bukti kuat atas kontribusimu.
4. Batasi Interaksi Personal & Tetapkan Batasan (*Boundaries*)
Kamu tidak harus berteman dekat dengan semua orang di kantor.
* **Fokus pada pekerjaan:** Batasi komunikasi hanya seputar urusan profesional/pekerjaan.
* **Hindari berbagi hal personal:** Semakin sedikit mereka tahu tentang kehidupan pribadi atau keluh kesahmu, semakin sedikit bahan yang bisa mereka jadikan gosip.
5. Cari *Support System* yang Positif
Jangan biarkan satu atau dua orang merusak pengalaman kerjamu secara keseluruhan.
* Mampirlah atau bangun hubungan baik dengan rekan kerja lain yang lebih suportif dan objektif.
* Miliki lingkaran di luar kantor (keluarga/teman) untuk tempat curhat agar beban emosional tidak tertimbun di tempat kerja.
6. Eskalasi Jika Sudah Mengganggu Produktivitas
Jika perilaku ini sudah mengarah pada perundungan (*bullying*), pencemaran nama baik yang merugikan karier, atau mengganggu performa tim:
* Catat tanggal, kejadian, dan saksi.
* Diskusikan masalah ini secara objektif kepada atasan (*manager*) atau pihak HR dengan fokus pada dampak negatifnya terhadap pekerjaan tim, bukan sekadar emosi pribadi.
Apakah perilaku rekan kerja ini mulai memengaruhi tugas harian atau hubunganmu dengan atasan di kantor?
Adab Yang Hilang di Masjid / Mushola
Mohon maaf sebelum saya menuliskan tentang ini, bukan berarti saya lebih shaleh dari saudara saudara seiman, tetapi hanya memberi sedikit ilmu yang mungkin saya lebih dulu menerima dan mempraktekannnya.
Tidak ada kesalahan jika dilakukan dengan tanpa pengetahuan sebelumnya sebab di jaman Rasul pun semua yang dilakukan sahabat beliau jika ilmunya belum sampai maka bukan sebuah kesalahan dan dosa.
Banyak yang mengira atau menyepelekan adab di masjid atau mushola ketika akan rebahan. Mungkin dikira Islam tidak sampai mengatur hal demikian. Rasul sudah memberikan contoh dalam beberapa riwayat Hadist silahkan kalian browsing sendiri atau buka kitab al hadist, jaman kini sangat mudah mendapatkannya. Search saja Adab Itiqaf di Masjid. Untuk itiqaf saja ada adabnya apalagi diluar jam itiqaf malam. Kalaupun mau rebahan silahkan ikutin adab jika mau rebahan. Saya sampaikan saja sedikit ya ,yang mau full silahkan buka perawi hadist.
- Tidur kepala di arah qiblat. Yg terjadi kebanyakan kaki yang di arah qiblat.
- Jika mau menyamping ,tempatkan kepala di arah seperti orang meninggal
- Boleh terlentang atau miringkan badan ke arah kanan
- Jangan menghalangi space orang mau shalat
Tidak perlu ilmu yang tinggi tinggi terlebih dahulu, amalkan saja dulu adab di Masjid.
Semoga jadi amal yang baik. Amin.
20.07.2026
Arsitek Terhebat ada di Alam
Ternyata arsitek itu profesi tertua yang lahir dari alam secara naluriah. Tuhan yang telah menciptakan profesi Arsitek secara naluriah. Satu persatu mari kita lihat video di bawah ini.
Kebiasaan Baru Yang Sebenarnya Lama
Kebiasaan Baru Yang Sebenarnya Kebiasaan Lama. Nah bingung kan ya?
Beberapa hari kemarin saya membiasakan diri untuk pulang kerja dari kantor di kawasan Mega Kuningan tidak lebih dari jam 18. 30 , paling telat jam 19.00 . Ini memang di luar kebiasaan saya . Saya bisa ditemui di kantor bahkan jam 21.00 malam , pulang larut bahkan lebih dari jam 00.00 adalah kebiasaan yang sudah lama saya lakukan. Jika besok mau ada meeting penting dengan Bos Besar saya di Bandung , bahkan kadang tidak pulang kantor mempersiapkan semuanya beres dan siap untuk presentasi. Bukan tanpa alasan juga saya sering pulang larut malam, buat saya kantor adalah rumah kedua, bahkan ketika di rumah pun masih saja memikirkan pekerjaan. Tidak sehat sebenarnya ya karena manusia memerlukan keseimbangan dalam hidup. Rumah buat saya hanya untuk numpang tidur 2 - 3 jam lalu pergi lagi bekerja. Rutinitas yang sudah biasa terjadi di kota Megapolitan Jakarta. Di sela sela kesibukan bekerja itulah saya sebenarnya membiasakan diri untuk selama seminggu ambil 2 atau 3 malam itiqaf di masjid RNI. Itu kebiasaan yang saya lakukan sebelum sibuk dengan project Hotel yang sudah mulai dibangun saat ini. Tak heran saya begitu kenal akrab dengan Imam Masjid RNI , Ustadz Yudhi serta beberapa jemaah masjid yang memang selalu ada satu dua itiqaf menemani. Meskipun saya tinggal agak jauh dari masjid RNI , untuk shalat subuh pun , saya memilih untuk menjadi jamaah subuh di masjid ini.
Aktifitas saya di Megakuningan selama hampir 10 tahun ini tidak pernah lepas dari Masjid RNI. Masjid yang bersebelahan dengan Kedubes Qatar, pada jaman Dubes yang lama, sangat shaleh sekali, beliau sangat aktif shalat berjamaah subuh di masjid ini bahkan setiap jumat subuh selalu memberikan shadaqah kepada jamaah. Tidak heran ketika beliau purna tugas pulang ke negaranya, kami merasa kehilangan dan saat pidato perpisahan dengan jamaah setelah shalat subuh di hari terakhir beliau menjadi Dubes di Jakarta, beliau meneteskan air mata. Sebegitu kuatnya hubungan batin antara saudara seiman yang selalu bersama setiap hari berjamaah di masjid.
Beberapa hari kemarin , ustad Yudhi melihat status WA saya di jam 23.00, saya intip balik statusnya , masha Allah , sebuah video yang mengingatkan saya, menegur dengan cara halus, berdakwah dengan tanpa menggurui, luar biasa Ustadz Yudhi. Saya malu dan akhirnya bisa bangun pagi jam 04.05 , mandi dan lalu bergegas ke Masjid RNI melaksanakan Subuh Berjamaah yang sudah lama tidak saya lakukan.
Itulah kebiasaan baru saya yang sebenarnya kebiasaan lama. Mulai beberapa hari kemarin saya membiasakan diri mengubah jadwal pulang kantor, sesibuk apapun , maksimal jam 19.00 sudah harus pulang, dan tidur lebih awal, jam 21.00 sudah membiasakan diri mematikan lampu istirahat sampai terbangun jam 04.05 , kadang jika tidur lebih awal lagi jam 20.00 biasa terbangun jam23.00 menulis adalah hobby yang saya lakukan jika terbangun tengah malam sampai kantuk datang kembali. Mandi pagi, menghirup udara segar, pikiran jernih memandang hidup dengan mengawali hari subuh berjamaah di masjid RNI. Biasanya setelah shalat berjamaah subuh , saya dan Ustadz Yudhi selalu berdiskusi santai sambil ngopi di sebelah mikhrab masjid. Satu hal lagi yang membuat kami dekat adalah sama sama pernah menjadi Anggota Jemaah Tabligh. Beliau melihat kebiasaan saya yang itiqaf dengan akhlaq yang benar mengikuti tatacara itiqaf di masjid sesuai tuntunan Rasul, adalah ilmu yang biasanya dilakukan jamaah tabligh, setelah mengobrol ternyata kami sama sama pernah di jamaah tabligh.
Buat saya pribadi , tak penting dengan penilaian orang di kantor yang memandang saya mungkin jauh dari masjid hanya karena jarang terlihat shalat bersama mereka. Karena melaksanakan shalat bukan untuk dilihat sebagai manusia shaleh di depan teman teman. Tak penting. Jauh lebih penting adalah ketika di pagi hari menikmati saat yang indah menemui Allah dengan jiwa yang tenang di saat orang lain masih tertidur. Barakallaah.
Satu doa saya, semoga kelak diwafatkan dalam kebiasaan shalat subuh berjamaah dalam Khusnul Khatimah. Amin.
Jakarta. 18.07.2026
